Saat ini bekerja di Otoritas Jasa Keuangan. Sebelumnya pernah menjadi Kepala Unit Syariah PT. Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) atau ASEI. Selama di ASEI, Kepala Bagian di Underwriting Suretyship, Compliance & Risk Monitoring dan Pemasaran Asuransi Umum. Ia juga pernah memimpin Kantor Penjualan PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) di Pangkalpinang.
Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Jurusan Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan Master of Business Administration (MBA) dari Program Magister Manajemen, Universitas Gadjah Mada dengan predikat cum laude. Beberapa pendidikan profesi didapatnya dari Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) yakni AAAIK (2003), AAIK (2006), QIP (2008) dan ICMarU (2009). Juga sertifikat AIIS (Asssociate of Islamic Insurance Society) dari Islamic Insurance Society tahun 2009. Di bidang manajemen risiko, juga mendapatkan sertifikat ARMP (Associate Risk Management Professional) dari Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko (2010).
Hobby berbagi ilmu disalurkannya sebagai dosen di Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti. Juga mengajar kursus/tutorial di Lembaga Pendidikan Asuransi Indonesia, Widya Dharma Artha, Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (Kementerian Perdagangan), dll.
Artikel tentang asuransi dan manajemen risiko telah banyak dipublikasikan di media massa seperti Kompas, Bisnis Indonesia, Kontan, Sindo Weekly, Jurnal Nasional, dan lainnya. Tulisan-tulisannya dapat dijumpai di http://munawarkasan.wordpress.com.
Artikel, opini, dan analisis yang ditulis anggota ini untuk KUPASI.
Pada 10 Januari 2013, di Auditorium LIPI Jakarta, Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) dideklarasikan dengan satu keyakinan: industri asuransi Indonesia membutuhkan suara. Bukan sekadar suara yang menulis tentang premi dan polis, melainkan suara yang berani berpikir, menggagas solusi, serta duduk satu meja dengan para pembuat kebijakan.
“Menjadi pemimpin dalam penyampaian gagasan (opinion leader) dan solusi asuransi dan manajemen risiko bagi publik serta perumusan kebijakan asuransi nasional.”
Visi itu berdiri di atas tiga pilar: pemimpin gagasan, pemberi solusi, dan mitra strategis dalam perumusan kebijakan. Dari sanalah lahir tagline “Mencerdaskan, Mencerahkan.” Literasi dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sarana membangun pemahaman publik sekaligus mendorong lahirnya kebijakan asuransi yang lebih baik.
Sejak awal KUPASI dirancang sebagai rumah bagi para ahli asuransi—aktuaris, praktisi, akademisi, dan jurnalis—untuk mengkaji isu strategis seperti risiko bencana, perlindungan masyarakat, dan inklusi keuangan, lalu menyampaikannya kepada regulator sebagai sparing partner yang konstruktif. Frekuensi bencana yang meningkat dan protection gap yang masih lebar menuntut ruang diskusi yang diisi pemikiran kredibel.
Dalam perjalanannya, KUPASI menghadapi berbagai dinamika, termasuk perbedaan pandangan dengan regulator dalam sejumlah isu strategis. Dinamika itu justru menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk tetap menyampaikan gagasan yang independen dan konstruktif.
KUPASI tidak lahir untuk sekadar menjadi wadah berkumpul. Cita-citanya lebih besar: mengubah cara bangsa Indonesia memandang risiko melalui gagasan, literasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan industri asuransi nasional.
Pada 30 Agustus 2012, di ruang rapat komisaris AJB Bumiputera 1912, 12 penulis asuransi dan keuangan menyepakati pendirian KUPASI. Nama mereka tercantum dalam Mukadimah Anggaran Dasar (urutan abjad):
Ana Mustamin · Arman Jufri · Freddy Pieloor · Hasbullah Thabrany · Herris B. Simanjuntak · Hotbonar Sinaga · Irvan Rahardjo · Kapler A. Marpaung · Kasir Iskandar · Mucharor Djalil · Munawar Kasan · Sugiharto.
Pendaftaran kamu sedang ditinjau tim KUPASI. Kami sudah kirim email konfirmasi — cek inbox (atau folder spam). Kalau disetujui, kami kirim link untuk mengatur password & akses login.