Bulan Menulis Asuransi – Oktober 2020

kupasi01

Dalam rangka Hari Asuransi 18 Oktober 2020 dan Bulan Inklusi Keuangan, kami mengundang praktisi dan pemerhati asuransi untuk berpartisipasi melakukan sosialisasi dan edukasi asuransi mealui tulisan.

Persyaratan Teknis

  1. Tema bebas, asal berkorelasi dengan asuransi.
  2. Tulisan dalam bentuk Artikel Populer.
  3. Tulisan bukan karya plagiasi. Kutipan agar menyebutkan sumber referensi dan menjadi bagian integral tulisan.
  4. Panjang tulisan antara 7.000-12.000 karakter (termasuk spasi).
  5. Tulisan pertama akan tayang pada 18 Oktober 2020, di website KUPASi (Komunitas Penulis Asuransi Indonesia), https://kupasi.org
  6. Tulisan dikirimkan melalui email: bulanmenulisasuransi@gmail.com
  7. Tulisan diterima redaksi paling lambat H-3 dari jadwal penayangan tulisan di website (jadwal akan disampaikan ke masing-masing penulis yang mendaftar).
  8. KUPASI berhak melakukan editing dengan tidak mengubah substansi tulisan. 
  9. 5 (Lima) tulisan dengan views tertinggi akan mendapatkan hadiah buku asuransi & kaos INSURANCE TV. 

Persyaratan Peserta/Penulis

  1. Terbuka untuk praktisi dan pemerhati asuransi.
  2. Penulis mendaftar terlebih dahulu dengan mengirimkan nama, biodata dan foto ke email bulanmenulisasuransi@gmail.com, paling lambat 15 oktober 2020. 
  3. Semua peserta yang tulisannya tayang akan mendapatkan sertifikat penghargaan. 

kupasi02
Tags
Share this post:
Related Post
Bulan Menulis Asuransi
marc olivier jodoin TQUERQGUZ8 unsplash

KUPASI Bukan Sekadar “Wadah Menulis”

Pada 10 Januari 2013, di Auditorium LIPI Jakarta, Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) dideklarasikan dengan satu keyakinan: industri asuransi Indonesia membutuhkan suara. Bukan sekadar suara yang menulis tentang premi dan polis, melainkan suara yang berani berpikir, menggagas solusi, serta duduk satu meja dengan para pembuat kebijakan.

“Menjadi pemimpin dalam penyampaian gagasan (opinion leader) dan solusi asuransi dan manajemen risiko bagi publik serta perumusan kebijakan asuransi nasional.”

Visi itu berdiri di atas tiga pilar: pemimpin gagasan, pemberi solusi, dan mitra strategis dalam perumusan kebijakan. Dari sanalah lahir tagline “Mencerdaskan, Mencerahkan.” Literasi dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sarana membangun pemahaman publik sekaligus mendorong lahirnya kebijakan asuransi yang lebih baik.

Sejak awal KUPASI dirancang sebagai rumah bagi para ahli asuransi—aktuaris, praktisi, akademisi, dan jurnalis—untuk mengkaji isu strategis seperti risiko bencana, perlindungan masyarakat, dan inklusi keuangan, lalu menyampaikannya kepada regulator sebagai sparing partner yang konstruktif. Frekuensi bencana yang meningkat dan protection gap yang masih lebar menuntut ruang diskusi yang diisi pemikiran kredibel.

Dalam perjalanannya, KUPASI menghadapi berbagai dinamika, termasuk perbedaan pandangan dengan regulator dalam sejumlah isu strategis. Dinamika itu justru menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk tetap menyampaikan gagasan yang independen dan konstruktif.

KUPASI tidak lahir untuk sekadar menjadi wadah berkumpul. Cita-citanya lebih besar: mengubah cara bangsa Indonesia memandang risiko melalui gagasan, literasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan industri asuransi nasional.

12 Pendiri KUPASI

Pada 30 Agustus 2012, di ruang rapat komisaris AJB Bumiputera 1912, 12 penulis asuransi dan keuangan menyepakati pendirian KUPASI. Nama mereka tercantum dalam Mukadimah Anggaran Dasar (urutan abjad):

Ana Mustamin · Arman Jufri · Freddy Pieloor · Hasbullah Thabrany · Herris B. Simanjuntak · Hotbonar Sinaga · Irvan Rahardjo · Kapler A. Marpaung · Kasir Iskandar · Mucharor Djalil · Munawar Kasan · Sugiharto.