Kuatkan Peran Ahli & Kepemimpinan bagi Perasuransian Syariah Nasional: Sharia Insurance Experts Forum 2025 Digelar di Garut, Jawab Barat

WhatsApp Image 2025 09 02 at 12.57.54 83954698

Islamic Insurance Society (IIS) akan kembali menyelenggarakan The 3rd Sharia Insurance Experts Forum (SIEF) 2025 pada tanggal 19–21 September 2025 bertempat di Kampung Sampireun, Garut, Jawa Barat.

Mengusung tema “Rise to Lead, Ready to Rule”, forum ini menekankan pentingnya mempersiapkan keahlian dan kepemimpinan strategis dalam industri asuransi syariah untuk menghadapi era disrupsi dan tantangan global.

Menghadirkan Tokoh Nasional dan Isu Strategis

SIEF 2025 akan menghadirkan tokoh-tokoh nasional, regulator, akademisi, dan praktisi, di antaranya KH. Ma’ruf Amin (DSN MUI / Tokoh Nasional Ekonomi Syariah), Sri Mulyani Indrawati (Ketua IAEI / Menteri Keuangan RI), Erick Thohir (Ketua MES / Menteri BUMN RI), dan Ogi Prastomiyono (Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK). Selain itu hadir pula panelis akademisi dan praktisi yaitu KH Sholahudin Al Aiyub (Direktur KNEKS), Dr. Luqyan Tamani (Head of BSI Institute), Prof. Irfan Syauqi Beik (Guru Besar Eksyar IPB), serta pakar riset ekonomi syariah dari UGM dan ITB.

Forum ini akan membahas isu-isu strategis seperti pemisahan (transfer portofolio) Unit Syariah, kategorisasi produk sederhana dan non sederhana (KPPE 1 & 2), PSAK 408 transaksi keuangan syariah, implementasi produk anuitas (POJK 27/2023), kajian risiko kebangkrutan, hingga prinsip asuransi syariah melalui machine learning dengan Model Fama-French pada pasar Indonesia.

Pesan dari Penyelenggara

Ketua IIS, Edi Setiawan, menyampaikan bahwa:

SIEF 2025 bukan hanya forum ilmiah, melainkan momentum strategis untuk menguatkan peran ahli asuransi syariah dan melahirkan kepemimpinan baru dalam industri asuransi syariah. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional, regulator, akademisi, dan praktisi, kami ingin memastikan bahwa asuransi syariah Indonesia siap menjawab tantangan global dengan solusi yang relevan, inklusif, dan berkelas dunia.

Sementara itu, Ketua Panitia SIEF 2025, Wahyudin Rahman, menambahkan bahwa:

melalui SIEF 2025, kami ingin menciptakan ruang dialog yang inspiratif dan kolaboratif. Lokasi di Garut dipilih karena memberikan suasana sejuk, kondusif, dan berbeda dari forum biasanya. Kami berharap forum ini memperkuat pengetahuan sekaligus mempererat silaturahmi antar insan asuransi syariah untuk membangun ekosistem yang tangguh dan berkelanjutan.

Rangkaian Kegiatan dan Pendaftaran

Selain seminar dan diskusi, rangkaian kegiatan juga akan dilengkapi dengan FGD, Tadabbur Alam, Offroad, Networking Zone, Aksi Sosial dan Penanaman Pohon sebagai bentuk komitmen kolaborasi dan keberlanjutan. Selain itu, Peserta juga akan mendapatkan akses seminar eksklusif, e-certificate, 10 poin PSB (FIIS & AIIS), transportasi bus, akomodasi 2 malam, full meals, dan event T-Shirt.

Panitia SIEF 2025 terus membuka kesempatan bagi anggota, insan industri perasuransian syariah serta para pemangku kepentingan lainnya, untuk bergabung dalam forum ini sampai dengan tanggal 12 September 2025. Dengan target partisipasi mencapai 150 peserta, SIEF 2025 menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan, meningkatkan kompetensi, dan berkontribusi dalam membangun masa depan industri perasuransian syariah yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan kunjungi www.iis.or.id/kegiatan/jadwal. Mari bergabung dan jadilah bagian dari transformasi industri perasuransian syariah Indonesia!

Tags
Share this post:
Related Post

KUPASI Bukan Sekadar “Wadah Menulis”

Pada 10 Januari 2013, di Auditorium LIPI Jakarta, Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) dideklarasikan dengan satu keyakinan: industri asuransi Indonesia membutuhkan suara. Bukan sekadar suara yang menulis tentang premi dan polis, melainkan suara yang berani berpikir, menggagas solusi, serta duduk satu meja dengan para pembuat kebijakan.

“Menjadi pemimpin dalam penyampaian gagasan (opinion leader) dan solusi asuransi dan manajemen risiko bagi publik serta perumusan kebijakan asuransi nasional.”

Visi itu berdiri di atas tiga pilar: pemimpin gagasan, pemberi solusi, dan mitra strategis dalam perumusan kebijakan. Dari sanalah lahir tagline “Mencerdaskan, Mencerahkan.” Literasi dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sarana membangun pemahaman publik sekaligus mendorong lahirnya kebijakan asuransi yang lebih baik.

Sejak awal KUPASI dirancang sebagai rumah bagi para ahli asuransi—aktuaris, praktisi, akademisi, dan jurnalis—untuk mengkaji isu strategis seperti risiko bencana, perlindungan masyarakat, dan inklusi keuangan, lalu menyampaikannya kepada regulator sebagai sparing partner yang konstruktif. Frekuensi bencana yang meningkat dan protection gap yang masih lebar menuntut ruang diskusi yang diisi pemikiran kredibel.

Dalam perjalanannya, KUPASI menghadapi berbagai dinamika, termasuk perbedaan pandangan dengan regulator dalam sejumlah isu strategis. Dinamika itu justru menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk tetap menyampaikan gagasan yang independen dan konstruktif.

KUPASI tidak lahir untuk sekadar menjadi wadah berkumpul. Cita-citanya lebih besar: mengubah cara bangsa Indonesia memandang risiko melalui gagasan, literasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan industri asuransi nasional.

12 Pendiri KUPASI

Pada 30 Agustus 2012, di ruang rapat komisaris AJB Bumiputera 1912, 12 penulis asuransi dan keuangan menyepakati pendirian KUPASI. Nama mereka tercantum dalam Mukadimah Anggaran Dasar (urutan abjad):

Ana Mustamin · Arman Jufri · Freddy Pieloor · Hasbullah Thabrany · Herris B. Simanjuntak · Hotbonar Sinaga · Irvan Rahardjo · Kapler A. Marpaung · Kasir Iskandar · Mucharor Djalil · Munawar Kasan · Sugiharto.