Seminar Nasional KUPASI: Optimalisasi Branding Asuransi Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat

Seminar Nasional Kupasi Wahyudin

KUPASI, 20 November 2023 – Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) mendorong pembahasan secara terbuka melalui seminar nasional untuk pemulihan kepercayaan kepada industri asuransi. Pengembalian kepercayaan kepada industri asuransi ini seiring permasalahan perlindungan konsumen dan penurunan kepercayaan masyarakat akibat sejumlah kecil perusahaan yang tidak memenuhi tata kelola yang baik. 

Wahyudin Rahman, Ketua Umum KUPASI menuturkan sebagai wadah komunitas pemikir bagi industri asuransi serta penggerak literasi dan edukasi di Industri Perasuransian, diskusi yang diselenggarakan pada Selasa, 21 November 2023 ini berupaya untuk melahirkan ide komprehensif meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada industri ini.

“Diskusi nasional ini juga bagian dari mendukung Bulan Inklusi Keuangan, Hari Asuransi, dan Hari Sumpah Pemuda bulan Oktober 2023,” kata Wahyudin dalam keterangan tertulis. 

Kondisi Literasi dan Inklusi Asuransi

Menurutnya berdasarkan data AAUI dan AAJI pada semester I/2023, pertumbuhan asuransi umum hanya 6.2% dan jiwa 1.8% (yoy). Sedangkan dari sektor asuransi sosial cukup signifikan sebesar 10,5% (yoy). Hal ini seiring perbaikan kualitas layanan oleh BPJS Kesehatan dan juga Ketenagakerjaan.

Sementara dari  indeks tingkat literasi dan inklusi bergerak naik namun masih  dibawah 50%. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2022, menunjukkan indeks literasi asuransi pada 2022 menjadi 31,72% dibandingkan dengan 2016 & 2019 yang masing-masing 19,40% dan 15,80%. Senada, tingkat inklusi juga meningkat menjadi 16,63% pada 2022 dibandingkan dengan 2016 & 2019 yang masing-masing 12,10% dan 13,15%.

Pentingnya Branding Asuransi

Dia menekankan dengan realitas data ini, maka pembahasan peningkatan branding asuransi menjadi sangat penting untuk dilakukan. KUPASI sendiri, bukan hanya melaksanakan diskusi nasional, namun juga diselenggarakan Lomba Menulis Asuransi dan Seminar Internasional dalam mendukung peningkatan literasi ini. “Dan  acara puncaknya seminar nasional dengan tajuk ‘Optimalisasi Branding Asuransi Sosial dan Asuransi Komersial dalam Meningkatkan Layanan dan Perlindungan Konsumen’ yang diselenggarakan Selasa (19/11/2023) besok,” katanya.

Wahyudin menekankan pemilihan tema ini sebagai bagian dari dari upaya memantik diskusi untuk mempercepat pengembalian kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi. Strategi branding yang kuat merupakan aspek krusial dalam industri asuransi dengan fokus utama perlindungan konsumen.

”Keberhasilan membangun reputasi yang baik dapat memberikan keyakinan kepada konsumen terhadap keandalan dan keadilan perusahaan asuransi,” katanya menegaskan.

Narasumber dan Harapan Seminar

Acara nasional dari KUPASI ini akan menghadirkan narasumber hebat dari BPJS Kesehatan, Tugu Insurance, dan pakar branding ternama di Indonesia untuk memberikan wawasan dan pengalaman dalam mengembangkan strategi branding perusahaan asuransi yang optimal. 

Wahyudin berharap bahwa seminar ini dapat menjadi forum yang produktif untuk bertukar ide dan mencari solusi bersama dalam menghadapi tantangan industri asuransi.

“Kami berharap dapat memberikan dampak positif yang besar bagi industri asuransi di Indonesia, membangun kepercayaan kembali, dan meningkatkan pelayanan serta perlindungan konsumen,” katanya.

Tags
  • Bulan Menulis
  • ,
  • Bulan Menulis Asuransi
  • ,
  • bulan menulis asuransi 2023
Share this post:
Related Post
Bulan Menulis Asuransi
marc olivier jodoin TQUERQGUZ8 unsplash

KUPASI Bukan Sekadar “Wadah Menulis”

Pada 10 Januari 2013, di Auditorium LIPI Jakarta, Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) dideklarasikan dengan satu keyakinan: industri asuransi Indonesia membutuhkan suara. Bukan sekadar suara yang menulis tentang premi dan polis, melainkan suara yang berani berpikir, menggagas solusi, serta duduk satu meja dengan para pembuat kebijakan.

“Menjadi pemimpin dalam penyampaian gagasan (opinion leader) dan solusi asuransi dan manajemen risiko bagi publik serta perumusan kebijakan asuransi nasional.”

Visi itu berdiri di atas tiga pilar: pemimpin gagasan, pemberi solusi, dan mitra strategis dalam perumusan kebijakan. Dari sanalah lahir tagline “Mencerdaskan, Mencerahkan.” Literasi dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sarana membangun pemahaman publik sekaligus mendorong lahirnya kebijakan asuransi yang lebih baik.

Sejak awal KUPASI dirancang sebagai rumah bagi para ahli asuransi—aktuaris, praktisi, akademisi, dan jurnalis—untuk mengkaji isu strategis seperti risiko bencana, perlindungan masyarakat, dan inklusi keuangan, lalu menyampaikannya kepada regulator sebagai sparing partner yang konstruktif. Frekuensi bencana yang meningkat dan protection gap yang masih lebar menuntut ruang diskusi yang diisi pemikiran kredibel.

Dalam perjalanannya, KUPASI menghadapi berbagai dinamika, termasuk perbedaan pandangan dengan regulator dalam sejumlah isu strategis. Dinamika itu justru menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk tetap menyampaikan gagasan yang independen dan konstruktif.

KUPASI tidak lahir untuk sekadar menjadi wadah berkumpul. Cita-citanya lebih besar: mengubah cara bangsa Indonesia memandang risiko melalui gagasan, literasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan industri asuransi nasional.

12 Pendiri KUPASI

Pada 30 Agustus 2012, di ruang rapat komisaris AJB Bumiputera 1912, 12 penulis asuransi dan keuangan menyepakati pendirian KUPASI. Nama mereka tercantum dalam Mukadimah Anggaran Dasar (urutan abjad):

Ana Mustamin · Arman Jufri · Freddy Pieloor · Hasbullah Thabrany · Herris B. Simanjuntak · Hotbonar Sinaga · Irvan Rahardjo · Kapler A. Marpaung · Kasir Iskandar · Mucharor Djalil · Munawar Kasan · Sugiharto.