Kolaborasi APARI dan KUPASI Percepat Lahirkan Penulis Asuransi Mumpuni

Kolaborasi APARI KUPASI 2023

Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI) dan Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) menggesa lahirnya lebih banyak penulis asuransi di Tanah Air.

Sebanyak 15 anggota APARI melakukan pelatihan menulis intensif bersama Kupasi pada 21 Maret 2023 di Pribadi House, Jakarta Selatan. Pelatihan sehari penuh ini menghadirkan tiga praktisi asuransi yang juga penulis di Kupasi yakni Dadi Adriana, Ana Mustamin, dan Reza Ronaldo.

Mendorong Anggota Menyampaikan Pemikiran lewat Tulisan

Chairman Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI) Bambang Suseno menuturkan sebagai wadah para ahli dalam industri asuransi dan reasuransi, maka dibutuhkan peningkatan kemampuan anggota agar juga dapat menyampaikan pemikirannya dalam tulisan.

Keahlian mentransfer ilmu tentang asuransi dalam bentuk tulisan ini akan sangat bermanfaat tidak saja bagi perusahaan tempat bekerja, tetapi juga kepada seluruh pemangku kepentingan di industri perasuransian.

“Media untuk berbagi keahlian tersebut di antaranya adalah dengan membuat tulisan atau artikel yang memberikan manfaat bagi pembacanya,” kata Bambang dalam sambutannya.

Bambang menuturkan saat ini dalam APARI terdapat sejumlah anggota yang aktif menulis. Meski demikian, jumlah ini dirasa sangat sedikit.

“Dalam upaya memperbanyak jumlah penulis dari anggotanya, maka APARI menyelenggarakan workshop penulisan artikel ilmiah dan artikel populer, berkolaborasi dengan Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI),” ujar Bambang menambahkan.

Kolaborasi untuk Literasi Asuransi

Menurutnya, kolaborasi dalam komunitas asuransi seperti APARI dan KUPASI dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat dalam konteks peningkatan literasi asuransi, peningkatan pemahaman teknis produk asuransi, serta peningkatan pemahaman atas isu-isu pada dinamika perasuransian.

Bambang juga menekankan, dari materi berkualitas yang disampaikan oleh narasumber diharapkan peserta mendapatkan pencerahan secara komprehensif. Baik dalam sisi alasan menulis, manfaat menulis, teknik menulis, termasuk komitmen menulis dalam jurnal maupun hasil penulisan lain.

“Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya penulis-penulis baru pialang asuransi dan pialang reasuransi yang akan memberikan warna lebih semarak,” katanya menekankan.

Workshop penulisan ini dalam jangka panjang juga langkah awal bagi APARI untuk melahirkan jurnal untuk memfasilitasi tulisan bermutu dari anggotanya. Jurnal yang dalam jangka panjang memiliki akreditasi serta pengakuan secara ilmiah dengan standar internasional.

Kaderisasi Penulis dari Sektor Pialang

Wahyudin Rahman, Ketua KUPASI menambahkan workshop penulisan bagi anggota APARI sebagai bentuk kaderisasi dan diharapkan memunculkan generasi penulis baru dari sektor pialang asuransi. Menurutnya, industri asuransi memiliki banyak sisi yang membutuhkan ilmu mendalam dan perlu disampaikan kepada khalayak umum. Semua itu hanya dapat terjadi jika dituangkan ke dalam tulisan.

“Kerjasama ini juga sebagai kolaborasi organisasi dibawah DAI yang saling mendukung untuk mengatasi permasalahan dan memajukan industri perasuransian,” ulasnya menambahkan.

Tags
  • Apari
  • ,
  • highlight
Share this post:
Related Post

KUPASI Bukan Sekadar “Wadah Menulis”

Pada 10 Januari 2013, di Auditorium LIPI Jakarta, Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) dideklarasikan dengan satu keyakinan: industri asuransi Indonesia membutuhkan suara. Bukan sekadar suara yang menulis tentang premi dan polis, melainkan suara yang berani berpikir, menggagas solusi, serta duduk satu meja dengan para pembuat kebijakan.

“Menjadi pemimpin dalam penyampaian gagasan (opinion leader) dan solusi asuransi dan manajemen risiko bagi publik serta perumusan kebijakan asuransi nasional.”

Visi itu berdiri di atas tiga pilar: pemimpin gagasan, pemberi solusi, dan mitra strategis dalam perumusan kebijakan. Dari sanalah lahir tagline “Mencerdaskan, Mencerahkan.” Literasi dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sarana membangun pemahaman publik sekaligus mendorong lahirnya kebijakan asuransi yang lebih baik.

Sejak awal KUPASI dirancang sebagai rumah bagi para ahli asuransi—aktuaris, praktisi, akademisi, dan jurnalis—untuk mengkaji isu strategis seperti risiko bencana, perlindungan masyarakat, dan inklusi keuangan, lalu menyampaikannya kepada regulator sebagai sparing partner yang konstruktif. Frekuensi bencana yang meningkat dan protection gap yang masih lebar menuntut ruang diskusi yang diisi pemikiran kredibel.

Dalam perjalanannya, KUPASI menghadapi berbagai dinamika, termasuk perbedaan pandangan dengan regulator dalam sejumlah isu strategis. Dinamika itu justru menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk tetap menyampaikan gagasan yang independen dan konstruktif.

KUPASI tidak lahir untuk sekadar menjadi wadah berkumpul. Cita-citanya lebih besar: mengubah cara bangsa Indonesia memandang risiko melalui gagasan, literasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan industri asuransi nasional.

12 Pendiri KUPASI

Pada 30 Agustus 2012, di ruang rapat komisaris AJB Bumiputera 1912, 12 penulis asuransi dan keuangan menyepakati pendirian KUPASI. Nama mereka tercantum dalam Mukadimah Anggaran Dasar (urutan abjad):

Ana Mustamin · Arman Jufri · Freddy Pieloor · Hasbullah Thabrany · Herris B. Simanjuntak · Hotbonar Sinaga · Irvan Rahardjo · Kapler A. Marpaung · Kasir Iskandar · Mucharor Djalil · Munawar Kasan · Sugiharto.