Selamat Jalan, Pak Harry H. Diah (1935 – 2020)

WhatsApp Image 2020 05 07 at 4.58.04 PM

Tidak banyak yang bisa saya tulis tentang Pak Harry Harmain Diah selain sebagai pemilik dari perusahaan broker asuransi terkemuka di Indonesia PT. IBS (Insurance Broking Service), tempat saya berkarya 1983-1992 silam.

IBS berkantor di bilangan Thamrin Wisma Kosgoro lantai 6, tempat Pak Harry kerap saya jumpai hadir untuk rapat bersama Brian Dallamore, Technical Adviser, yang kelak dikenal lama berkarya di IBS.

Di tahun 2002 beliau hadir di Seminar Broker Internasional di Singapore. Dalam perbincangan di sela-sela seminar saya menemukan pribadi Pak Harry yang hangat dan akrab tanpa jarak dengan kami generasi muda . Sementara beliau dikenal sebagai satu dari sedikit tokoh asuransi yang berhasil memiliki dan membesarkan beberapa perusahaan asuransi.

Di tahun 2012 kami berjumpa lagi bersama Arman Juffry untuk meminta dukungan beliau perihal gagasan kami mendirikan KUPASI bersama 10 teman lainnya.

Terkait dunia tulis-menulis beliau mengungkapkan kebiasaannya bersurat kepada pejabat-pejabat tinggi negara tentang banyak hal terkait perasuransian. Dari soal pajak, kepesertaan asuransi, permodalan, tarif, premi keluar dan banyak hal lain.

Surat-surat tersebut diperlihatkannya dan tersimpan rapi oleh sekretaris. KUPASIan par excellence sebelum kelahirannya….

Beliau memberikan donasi tidak sedikit untuk acara deklarasi KUPASI dan peluncuran buku perdana yang berlangsung 10 Januari 2013 di Auditorium LIPI Gatot Subroto Jakarta.

Dalam sambutan pengantar selaku wakil 12 Pendiri, tidak lupa saya sampaikan pesan pak Harry yang tidak bisa hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutan saya nukilkan pengakuan Pak Harry ketika saya tanya rahasia beliau nampak sangat energik dan segar di usia senjanya.

Beliau mengatakan tidak pernah pegang handphone. Satu jawaban sederhana dan hampir tidak bisa diterima akal sehat di jaman now dengan konektivitas digital yang demikian masif.

Boleh jadi Pak Harry benar ketika keterhubungan kita hari-hari ini terdisrupsi sangat dalam dengan pandemi corona yang tengah melanda dunia.

Barangkali kita harus kembali ke diri masing-masing untuk menguji ketahanan diri dengan mengandalkan keterhubungan hanya pada Sang Khalik sebagai satu-satunya pemilik jagad raya.

Selamat jalan, Pak Harry. Amal jariah bapak bagi sesama menjadi penghias surga bapak di pangkuan Allah Yang Maha Kuasa. Pada waktunya kami menyusul.

Bintaro 7 Mei 2020

Tags
Share this post:
Related Post

KUPASI Bukan Sekadar “Wadah Menulis”

Pada 10 Januari 2013, di Auditorium LIPI Jakarta, Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) dideklarasikan dengan satu keyakinan: industri asuransi Indonesia membutuhkan suara. Bukan sekadar suara yang menulis tentang premi dan polis, melainkan suara yang berani berpikir, menggagas solusi, serta duduk satu meja dengan para pembuat kebijakan.

“Menjadi pemimpin dalam penyampaian gagasan (opinion leader) dan solusi asuransi dan manajemen risiko bagi publik serta perumusan kebijakan asuransi nasional.”

Visi itu berdiri di atas tiga pilar: pemimpin gagasan, pemberi solusi, dan mitra strategis dalam perumusan kebijakan. Dari sanalah lahir tagline “Mencerdaskan, Mencerahkan.” Literasi dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sarana membangun pemahaman publik sekaligus mendorong lahirnya kebijakan asuransi yang lebih baik.

Sejak awal KUPASI dirancang sebagai rumah bagi para ahli asuransi—aktuaris, praktisi, akademisi, dan jurnalis—untuk mengkaji isu strategis seperti risiko bencana, perlindungan masyarakat, dan inklusi keuangan, lalu menyampaikannya kepada regulator sebagai sparing partner yang konstruktif. Frekuensi bencana yang meningkat dan protection gap yang masih lebar menuntut ruang diskusi yang diisi pemikiran kredibel.

Dalam perjalanannya, KUPASI menghadapi berbagai dinamika, termasuk perbedaan pandangan dengan regulator dalam sejumlah isu strategis. Dinamika itu justru menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk tetap menyampaikan gagasan yang independen dan konstruktif.

KUPASI tidak lahir untuk sekadar menjadi wadah berkumpul. Cita-citanya lebih besar: mengubah cara bangsa Indonesia memandang risiko melalui gagasan, literasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan industri asuransi nasional.

12 Pendiri KUPASI

Pada 30 Agustus 2012, di ruang rapat komisaris AJB Bumiputera 1912, 12 penulis asuransi dan keuangan menyepakati pendirian KUPASI. Nama mereka tercantum dalam Mukadimah Anggaran Dasar (urutan abjad):

Ana Mustamin · Arman Jufri · Freddy Pieloor · Hasbullah Thabrany · Herris B. Simanjuntak · Hotbonar Sinaga · Irvan Rahardjo · Kapler A. Marpaung · Kasir Iskandar · Mucharor Djalil · Munawar Kasan · Sugiharto.